MAKRAME


Makrame
Definisi:
1. bentuk seni kerajinan simpul-menyimpul dengan menggarap rantaian benang awal dan akhir suatu hasil tenunan, dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang tersebut sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai
2. kerajinan tangan simpul-menyimpul dengan menggunakan berbagai macam benang


ini Makrame karya saya dan kelompok saya :







Kerajinan tekstil yang berbahan aneka tali yang juga dikenal dengan istilah macramé merupakan seni kerajinan memanfaatkan karakter tali untuk kemudian dengan teknik simpul dan anyam dibentuk menjadi benda hias maupun pakai. Banyak orang menganggap tali hanya berfungsi sebagai benda fungsional yang erat, kaitannya dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari pengikat barang agar rapi dan kuat sampai untuk berolahraga. Pernahkan terpikir oleh Anda untuk memanfaatkan tali menjadi barang yang unik, fungsional, serta bernilai seni dan bemilai jual ?
Melalui sentuhan kreatif, tali yang dianggap sebagai benda sederhana, bisa disulap menjadi aneka kreasi yang sangat menakjubkan. Aneka hiasan, benda fungsional, sampai aksesori pribadi dapat diciptakan hanya dari "seutas tali". Mungkin Anda penasaran atau merasa aneh. jangan sampai terjadi. Karena dengan modal keuletan, ketekunan, dan Imajinasi yang kreatif, Anda pun pasti bisa melakukannya.
Tali sebagai bahan utama sangat mudah diperoleh. Selain itu, harganya pun sangat murah. lika Anda ingin memanfaatkan tali yang sudah tidak terpakai, bekas saja bisa. Dengan cara ini, Anda dapat menghemat biaya yang dikeluarkan. Akan tetapi, jika Anda ingin menciptakan barang yang lebih bermutu, tentunya tali yang baru tentu menjadi pilihan yang lebih baik.
Jenis tali yang dapat Anda gunakan dalam kreasi ini, antara lain: tali tambang plastik, tali koor, dan sumbu kompor. Semuanya mudah diperoleh. Yang pasti, harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

A. Bahan
A. 1 Jenis Bahan Tali
1. Katun
2. Linen
3. Pute
4. Acrylic
5. Nilon
6. Serat

A.2 Jenis Tali

1. Tali Tambang/Tampar
2. Tali koor
3. Tali sumbu kompor
4. Tali Rafia
5. Tali pancing
6. Tali serat (Sisal)
7. Tali wol
8. Tali Kulit
9. Tali Benang katun, dll

10. Bahan pelengkap / assesories missal gantungan tas, kancing, resleting, dll

B. Alat
1. Gunting
2. Korek api
3. Meteran
4. Sikat Gigi
5. Jarum penthul
6. Lilin

C. Simpul Dasar
Dalam anyam tali / makrame tali-tali kebanyakan dikerjakan hanya dengan tangan. Pada saat menganyam terdapat dua Jenis tali dilihat dari tali yang dikerjakan. Tali-tali yang diletakkan / ditaruh dan tidak dianyamkan disebut tali taruhan. Sedangkan tali yang aktif dianyamkan / digarapn pada tali taruhan disebut tali garapan. Sebenarnya makrame hanya terdiri dari 2 simpul dasar yaitu simpul pipih dan simpul tali bedil namun seiring dengan berkembangnya kreasi makrame muncullah simpul-simpul seperti berikut :

C.1 Simpul Pembuka (Permulaan)

1. Simpul Jangkar
  • Kaitkan Tali pada sepotong kayu/pensil/ tali yang dibentangkan
  •  Simpul ini bisa dibuat secara berantai ke samping untuk memperlebar jarak antar tali.
  • Tali/kayu yang dibentangkan dapat diganti dengan ring/ gelang

2. Simpul Pangkal
a. Kaitkan Tali pada sepotong kayu/pensil/ tali yang dibentangkan
b. Simpul ini bisa dibuat secara berantai ke samping untuk memperlebar jarak antar tali
c. Tali/kayu yang dibentangkan dapat diganti dengan ring/ gelang


3. Simpul Baling-baling
a. Letakkan dua tali saling bersilangan
b. Salah satu tali (tali A) kedua ujungnya tekuk/lipat sehingga berbentuk seperti huruf S
c. Tali yang lain (tali B) kedua ujungnya tekuk/lipat ujungnya dengan disusupkan tali (A) yang sudah berbentuk huruf S.
d. Kencangkan dan semua ujung jadikan satu.

4. Laso (Ganda)
a. Tekuk salah satu tali (A) menjadi dua dan silangkan ujungnya sehingga pada bagian tekukannya membentuk seperti tetes air (runcing).
b. Tekuk tali yang lain (B) dan susupkan kedua ujungnya pada laso pertama sambil tali kedua (B) dibentuk menjadi laso juga.

5. Simpul tiang


C.2 Simpul Inti (Pembentuk benda)
1. Spiral (Kordon/tali bedil), spiral ganda (kordon/tali bedil),
2. Spiral pipih
3. Simpul pipih : untuk membentuk lembaran anyaman tali.
4. Simpul Jangkar
5. Simpul pangkal : untuk membentuk garis-garis atau bidang variasi. Merupakan Simpul kkordon/tali bedil yang hanya terdiri dari 2 belitan.
6. Simpul Wampan merupakan pengembangan simpul pangkal dan kkordon yang membenntuk pola belah ketupat bersusun.
7. Simpul Cavandoli (ditemukan oleh Valentina Cavandoli dari Turijn) merupakan penegembangan simbul kkordon dan pangkal yang membentuk motif tertentu dengan kombinasi minimal dua warna
8. Laso ganda : variasi isian / bisa diganti monte/manik-manik dan berbagai simpul dekorasi unik misal : bola, kancing cina, dll

C.3 Simpul Penutup (Finishing)
1. Simpul pipih
2. Laso / tali mati
3. Simpul tiang :
  • Satukan ujung tali
  • Siapkan sepotong tali lain (pengikat) kira-kira 40 cm dan tekuklah.
  • Satukan tali pengikat dengan ujung tali-tali yang telah disatukan.
  • Salah satu ujung tali pengikat belitkan pada kelompok tali, mulailah dengan jarak kira-kira 2 cm dari tekukan/lipatan tali pengikat, ke arah tekukan/lipatan tali pengikat


Tips :
1. Menentukan Panjang Tali ; buat satu pola yang akan diulang-ulang misal satu lengkungan. Ukur panjang satu pola tersebut dan tandai batas pola dengan ballpoint. Bongkar simpul dan ukur tanda batas pola yang terpanjang. Jika panjang batas pola adalah 5 cm dan panjang tali setelah dibongkar dari anyaman satu pola adalah 10 cm, maka karya/benda yang panjangnya 50 cm dibutuhkan tali 10 cm kali 10 ditambah panjang tali simpul awal(pangkal) ditambah rumbai (jika pakai rumbai) ditambah panjang simpul penutup ditambah kelebihan/toleransi 10-25 % panjang tali
2. Jika mengawali menggunakan gasper maka tali disimpul pada gasper terlebih dahulu.
3. Jika ikat pinggang tanpa gasper anyaman dimulai dari tengah tali ke ujung dengan mengikat tengah tali terlebih dahulu.
5. Awal anyaman dapat menggunakan kerangka maupun tidak. Jika tidak menggunakan kerangka salah satunya dapat menggunakan simpul pipih secara langsung.
6. Tas dengan tutup cara menganyamnya dimulai dari tutupnya terlebih dahulu.
7. Sambungan tali dilakukan dengan melelehkan kedua ujung tali secara bersamaan dengan korek api dan sedapat mungkin diletakkan secara tersembunyi baik didakam simpul maupun dibagian dalam benda agar terlihat rapi. Sambungan tali sebaiknya tidak sejajar dengan sambungan lain yang berdekatan, maka jika terdapat lebih dari satu tali yang akan disambung maka panjangnya harus dibuat berbeda dengan menguranginya.


Contoh Kreasi Makrame
A. Buah Jagung
Bahan
• Tali koor atau satin warna kuning
• benang jahit
Alat
• Gunting
• Sikat gigi

Cara membuat
1. Potong tali 2 meter (tali A), lipat jadi dua lipatan, lalu simpulkan.
2. Turun jarak 2 cm, simpulkan tali A kembali. Dua tali yang terjuntai dinamakan Al dan A2 (untuk biji jagung).
3. Potong tali (tali B) sepanjing 30 cm sebanyak empat utas, (untuk tulang jagung).
4. Selipkan tali-tali B pada tali At dan A2, lalu ikat tali-tali B pada bagian tengah dengan menggunakan tali A1 dan A2. Delapan tali B yang terjuntai selanjutnya diberi nama B1, B2, B3, B4, B5,B6, 57, dan B8 (untuk tulang jagung).
5. Anyam tali-tali tersebut. Caranya, apit tali 51 oleh tali Al don A2, kemudian tali Al don A2 disilangkan, lalu apit tali B2 oleh tali Al dan A2, kemudian tali Al dan A2 disilangkan. Lakukan hal yang sama pada tali 83, B4, 85, 66, B7, don 58 (memutar) hingga terbeantuk satu deret biji jagung.
6. Cara mengerjakannya:seterusnya sama, panjang jagung selera masing-masing.
7. Ikat tali-tali sisa dengan benang. Uraikan tali-tali sisa tersebut, lalu sikat dengan sikat gigi sehingga, menjadi seperti bulu jagung.
8. Untuk pemanis bisa dipasang tali emas warna hijau pada pangkal jagung.

Ikat Pinggang
A. Tentang Karya
1. Jenis karya: Ikat pinggang
2. Bahan : Tali kur
3. Alat : Korek api
4. Warna : Coklat muda dan coklat tua
5. Panjang : 150 cm
6. Lebar : 5 cm
7. Hasil :

B. Bahan dan Alat
1. Tali kur warna coklat tua dengan panjang 330cm x 6 buah.
2. Tali kur warna coklat muda dengan panjang 330cm x 4 buah dan 310cm x 2 buah.
3. Enam buah monte kayu ukuran sedang.
4. Dua buah benik bathok.
5. Korek api.

C. Simpul yang Digunakan
1. Simpul Pangkal/kkordon
2. Simpul pipih
3. Simpul mati/laso
4. Simpul tiang

D. Langkah – langkah
1. Ambil dua buah tali ukuran 310 cm. Ikatkan simpul empat pada bagian tengah kedua tali tersebut. Tali ini dijadikan sebagai sumbu dari tali –tali yang lain.
2. Susunlah tali – tali yang lain pada sisi kiri dan kanan tali sumbu. Dua buah tali warna coklat muda di bagian dalam dan tiga buah tali warna coklat tua di bagian luar.
3. Ikatkan simpul empat pada tali sumbu dari tali – tali yang lain.
4. Setelah sampai pada tali paling ujung, ikatkan simpul mati untuk mengunci.
5. Ikatkan simpul mati lagi dengan jarak 0,5 cm dari simpul mati awal.
6. Ikatkan simpul dua pada tali yang berada di sebelah dalam kemudian dikaitkan pada tali pada bagian tepi dengan simpul dua juga hingga terbentuk tiga simpul.
7. Sisipkan monte kayu pada tali bagian dalam. (monte tidak diberikan pada setiap formasi, tetapi berjarak satu formasi)
8. Kunci dengan simpul pipih.
9. Setelah selesai dengan simpul dua, lanjutkan dengan simpul empat pada tali – tali tersebut hingga terbetuk satu formasi lengkap.
10. Lanjutkan membuat formasi – formasi lengkap hingga sepanjang yang diinginkan.
11. Tambahkan sebaris tali dengan simpul empat pada formasi paling ujung yang bersumbu pada tali paling tepi.
12. Tambahkan benik bathok dari tali terdalam.
13. Gunakan tali lain sepanjang 20 cm sebagai simpul penutup.
14. Setelah semua selesai, sulut ujung seluruh tali dengan korek api agar tidak terurai.

“MINI BAG”
A. Bahan
1.Tekstur : Warna biru tua 4 x 40 m =160 m
2. Potongan hanger (gantungan baju)
3. Lem

B. Simpul
1. Simpul Bedil
2. Simpul Pipih
3. Simpul Kordon
4. Simpul Pangkal
5. Simpul Jangkar

C. Langkah Pengerjaan
• Hanger dipotong 2 x 25 cm dan potong tali sepanjang 2,5 m untuk membuat badan tas.
• Tali disimpulkan ke hanger semuanya dengan simpul jangkar. Kemudian disimpul dengan simpul pipih yang saling menyambung antara tali ke tali lain dan cara menyambungkan antara tas bagian depan dan belakang juga menggunakan simpul pipih tapi tali taruhannya ditarik hingga terlihat rapi. Simpul pipih digunakan pada semua badan tas.
• Setelah ukuran badan cukup, pada paling akhir dari badan tas dibuat tali pangkal memutar.
• Untuk penutup bawah digunakan lagi simpul pipih (2 kali simpul) kemudian tali bagian belakang tas dan bagian belakang tas digabung dengan cara ambil 2 tali dari belakang dan depan yang lurus. Dari gabungan tali tadi disimpul pipih demikian juga yang lain hingga atas bagian bawah tertutup.
• Bagian paling bawah dari tas diberi hiasan rumbai-rumbai dari tali lebihan badan tas yang diikat hingga terlihat rapi.(Gb. 1)
• Tutup tas dibuat dingan simpul yang sama dengan badan tas yaitu simpul odor dan diberi simpul tali bedil. Pada bagian tepi tutup dan pada tutup bagian bawah disimpul pangkal.(Gb. 2)
• Agar tas tidak terbuka paling bawah dari tutup diberi pengunci tas yang memakai simpul pipih dan simpul tali bedil.(Gb.2)
• Bagian paling akhir gantungan pada tas hanya menggunakan simpul kordon saja dan digabung dengan bagian kanan kiri tas yang paling atas.
• Finished.

Gb.1
Gb.2
Berbagai Tas dan Sabuk Makrame

Sumber Pustaka

Wardana, Enen. 2003: Aneka Kreasi dari Tali. Puspa Swara. Jakarta.
Widyati. 2007 : Macrame. Tiara Aksara. Jakarta.
Saraswati. 1986 : Seni Makrame I. Bhratara Aksara. Jakarta.

Ozhu ToRemember

1 comment

isma lyaa | 25 Mei 2014 14.23

keep writing..makasih tutorialnya..
membantu banget :D :D

Poskan Komentar