Bahan dan alat yang diperlukan: lilin, krayon, pewarna, kertas, kuas sederhana, tempat air/pewarna, dan koran bekas. Prosedur pengerjaannya :
1. Membuat kuas sederhana dari kapas dengan lidi atau tusuk sate sebagai tangkainya. Kuas itu dibuat dengan cara melilitkan sejumlah kapas pada salah satu ujung lidi atau tusuk sate, besarnya kurang lebih sebesar ibu jari orang dewasa. Supaya tidak lepas, ujung lilitan kapas diikat dengan tali atau benang. Buat 3 buah kuas.
2. pewarna. Pewarna yang dapat digunakan pada kegiatan membatik sederhana ini ada yang tergolong pada pewarna buatan dan pewarna alam. Yang termasuk pewarna buatan di antaranya: cat air, ontan/sepuhan (berbentuk serbuk), pewarna kue cair. Kunyit, daun suji, buah ganola, gambir adalah sebagian dari bahan pewarna alam. Bila sudah ditentukan pewarna mana yang akan digunakan,buatlah larutan nya pada tempat pewarna yang sudah disediakan. Usahakan larutan pewarna tersebut tidak terlalu encer. Siapkan beberapa macam warna, hal ini akan diperlukan bila akan membuat gambar yang memiliki banyak warna atau membuat campuran warna.
3. Membuat gambar. Buatlah gambar dengan lilin di atas kertas yang sudah disediakan. Kertas yang digunakan diantaranya: kertas gambar, kertas hvs, stensil. Tentu saja gambar tidak akan kelihatan.
4. Memunculkan gambar. Letakkan kertas yang sudah digambari di atas kertas koran. Pulaslah kertas tersebut dengan kuas sederhana yang terlebih dahulu dicelupkan pada larutan pewarna. Pemulasan dapat hanya dengan satu warna, bisa pula beberapa warna bergantung pada pilihan. Bila pada saat menggambar menggunakan lilin penerangan yang berwarna putih, maka garis-garis gambar akan berwarna putih. Apabila dikehendaki garis-garis gambar berwarna, pada saat menggambari kertas harus menggunakan krayon berwarna.
Eko Prasetya Nugraha [ Ozhu ToRemember ]
Anyaman dari kertas ternyata akan menghasilkan suatu pola hias yang menarik dan eksotik karena pola hias anyaman kertas akan menghasilkan pola warna yang terdiri dari bilah bilah kertas yang unik yang akan menghasilkan tekstur yang khas.
Alat-alat yang dibutuhkan :
· Kertas Berwarna
· Kertas karton
· Gunting dan Cutter
· Pinsil dan Penggaris
Cara Pembuatan :
1. Siapkan karton ukuran 22X22cm kemudian beri garis bingkai dengan ukuran 20 X 20
2. Beri garis sejajar dengan jarak 0,5 cm pada garis vertical
3. Torehlah dengan mengunakan cutter secara hati-hati gunakan alat bantu penggaris besi pada permukaan yang rata
4. Siapkan kertas berwarna 20X20cm kemudian beri garis sejajar dengan jarak 0,5cm kemudian gunting secara merata
5. Buatlah pola hias pada kertas kotak-kotak
6. Buat deh.. :D
ini hasilnya..
Tugas Kesenian lagi,,
Seni patung merupakan karya seni rupa yang sudah lama dikenal oleh masyarakat. Pematung pada zaman dahulu tidak dikenal sebagai seniman, tetapi merupakan tugas religius. Namun, sekarang zaman telah berubah dan semakin maju. Seni membuat karya patung dari segi estetika sangat bernilai tinggi. Seniman patung membuat karya seninya dengan menggunakan berbagai bahan, teknik dan bentuk sehingga hasilnya sangat bervariasi. Pada saat ini patung bukanlah bersifat religi saja tetapi lebih cenderung kepada nilai keindahan atau nilai seninya. Patung termasuk karya seni rupa tiga dimensi karena dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Bahan-bahan yang dapat dipakai untuk membuat patung diantaranya kayu, tanah liat, semen, gips, logam, lilin, sabundan sebagainya.
Hari ini pengumpulan tugas kesenian, yang mana membuat patung dari Sabun, Gypsum, Kayu, Malam ataupun apapun yang bisa digunakan buat bahan patung. Oke ini sebelum pembuatan patung. Sehari sebelumnya. Aku sama Nanda cari bahan buat proses pembuatannya, muter-muter kota Madiun sampai Gempor, dan baru dapet Alat cetaknya di depan BCA Cabang Madiun. Belum buat aja udah ribet gini, tapi tetep pantang mundur buat ini tugas.
Beberapa jam kemudian, sampai di kosnya Hanif sama Hery.. pembuatan patung di mulai...
ini cara-caranya :
pertama siapin bahan :
1. Gypsum
2. Air
3. Plamir
kedua alatnya :
1. Ember / Wadah
2. Pengaduk
3. Cetakan Patung
ketiga praktek langsung :
1. Masukan Gypsum kedalam ember / wadah, aduk perlahan dan masukan air sedikit demi sedikit
2. Aduk Gypsum sampai adonan tercampur merata,
3. Siapkan Cetakan Patung
4. Tuangkan adonan Gypsum ke dalam cetakan.
5. Pastikan adonan gypsum memenuhi cetakan sehingga tidak ada rongga
6. Diamkan selama 24 jam agar adonan Gypsum kering,
7. Keesokan harinya, buka cetakan secara perlahan agar patung tidak pecah.
8. Apabila ada rongga, tutup rongga dengan plamir.
Saya, Hanif, Arkhomi dan Heri dalam proses pembuatan patung
ini sebelum di plamir
Eko Prasetya Nugraha [Ozhu ToRemember]
Hari ini aku emang berasa jadi anak TK lagi. Karena hari ini aku dateng ke kampus untuk membuat prakarya yang gila penuh dengan kertas warna, yaa aku lupa bawa dan akhirnya aku minta ke temen-temen. minta sini minta sana :D tak lupa sempatkan me time via Hp lalu enggak lupa sms dia ucapkan selamat sore as usually hehehe
sebelumnya, aku berangkat sama nando ya karena aku satu kost sama dia,, temen-temen udah pada mangkal di ruang 304 dan manggil-manggil kalo Pak Edy udah dateng... Oke aku berangkat,,,
Akhirnya aku nyampek di itu ruang, untung belom dimulai. aman.. mulai dah minta meminta kertas (baca : aku nggak bawa kertas karena lupa), pinjem gunting. Gunting mana Gunting? Lem mana Lem? aaaa ribet gara-gara nggak bawa perlenggkapan satupun, untung ada temen-temen yg baik hati dan tidak sombong.. mulai deh buat polaa. Ada beberapa ide yang muncul terkait dengan bentuk kreatifitas tugas. satu detik dua detik tiga detik dan berubah jadi menit, satu menit dua menit tiga menit dan berganti jadi jam. Keringat bercucuran, kelaparan, tak ada makanan lagi (eh apa ini?) kembali ke pembicaraan tadi.. dan tugas pun akhirnya selesai..
Kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) merupakan
permainan menciptakan kreasi bentuk dengan menggunakan bahan kertas. Pada bagian ini bukan berarti mengulang bahan lalu, namun cenderung lebih memperdalam kerajianan 3M yang pernah dipelajari terdahulu. Karya 3M yang dibuat pada kegiatan ini ditujukan untuk membuat karya yang dikerjakan dengan prinsip mengunting melipat, menggunting dan menempel untuk membuat benda yang bentuknya tiga dimensi. Bahan dan alat yang diperlukan: kertas agak tebal, kertas berwarna, lem, gunting/cutter.
Prosedur pengerjaan:
(a) Ambil selembar kertas warna. Lipat di tengah-tengah sisi panjangnya. Selanjutnya hasil lipatan tadi dilipat lagi pada tengah-tengah sisi panjangnya.
(b) Hasil dua kali lipatan tadi digunting pada beberapa tempat. Ada bagian yang dibuang. Bentuk guntingan bergantung pada kreasi masing-masing.
(c) Bila dianggap sudah cukup guntingannya, lipatan dibuka.
(d) Hasilnya ditempel pada kertas yang agak tebal menggunakan lem.
(e) Jumlah lembaran yang ditempel bervariasi baik dalam jumlah maupun warnanya.
Kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) merupakan
permainan menciptakan kreasi bentuk dengan menggunakan bahan kertas. Pada bagian ini bukan berarti mengulang bahan lalu, namun cenderung lebih memperdalam kerajianan 3M yang pernah dipelajari terdahulu. Karya 3M yang dibuat pada kegiatan ini ditujukan untuk membuat karya yang dikerjakan dengan prinsip mengunting melipat, menggunting dan menempel untuk membuat benda yang bentuknya tiga dimensi. Bahan dan alat yang diperlukan: kertas agak tebal, kertas berwarna, lem, gunting/cutter.
Prosedur pengerjaan:
(a) Ambil selembar kertas warna. Lipat di tengah-tengah sisi panjangnya. Selanjutnya hasil lipatan tadi dilipat lagi pada tengah-tengah sisi panjangnya.
(b) Hasil dua kali lipatan tadi digunting pada beberapa tempat. Ada bagian yang dibuang. Bentuk guntingan bergantung pada kreasi masing-masing.
(c) Bila dianggap sudah cukup guntingannya, lipatan dibuka.
(d) Hasilnya ditempel pada kertas yang agak tebal menggunakan lem.
(e) Jumlah lembaran yang ditempel bervariasi baik dalam jumlah maupun warnanya.
ini hasilnya
Makasi Tuhan untuk hari ini, terima kasih untuk hidup, terima kasih untuk semangat hehehe terima kasih juga untuk semua yang udah buat hari ini gila dan penuh kerja sama hehehehe lagi-lagi sesuatu yang indah dan tidak ternilai aku peroleh dari hidup ini hehehe dan buat kamu juga makasi, entah apa ini... Apakah ini keajaiban? Hihi mungkin. Tapi yang jelas makasi banget. makasi banget yaa semoga esok lebih baik :)
Eko Prasetya Nugraha [Ozhu ToRemember]
Gebyar Seni PGSD IKIP PGRI Madiun dengan tema "Memperkuat Seni Budaya Indonesia Menuju PGSD Berkarya" antara lain acaranya : Lomba Tumpeng, Lomba Musik Akustik, Lomba Seni Tari, Lomba Seni Rupa, Pameran Hasil Karya. Acara berjalan cukup meriah dan sangat menarik untuk dilihat.
Acara ini dimulai dari jam 7.30 samapai jam 21.30, dalam acara ini aku sempet ngeabadikan beberapa lukisan karya teman-teman mahasiswa.
cetak, tiupan, cat minyak
Kaligrafi
Surialisme
Teknik Arsir
garis dan gradasi warna
kaligrafi, wayang
Batik
Batik
Batik
Batik
Arsir
Crayon
Cat Poster
Abstrak
Teknik Cetak
Crayon
campuran
Kaligrafi
Kaligrafi
Nah itu tadi karya semua anak PGSD Semester 4
KARYA KU "KALIGRAFI" :)
KARYA yang menurutku KARYA TERBAIK dari yang terbaik :)
Saya dan Dosen Kesenian Drs. Edy Siswanto M.Pd
PENGUMUMAN LOMBA-LOMBA DALAM GEBYAR SENI PGSD IKIP PGRI MADIUN 2012
LOMBA TUMPENG
- Juara 1 : Kelas 2 I
- Juara 2 : Kelas 2 B
- Juara 3 : Kelas 2 D
LOMBA MUSIK AKUSTIK
- Juara 1 : Kelas 4 E
- Juara 2 : Kelas 4 F
- Juara 3 : Kelas 4 B
LOMBA LUKISAN
- Juara 1 : Kelas 4 E (Hartutik)
- Juara 2 : Kelas 4 B (Siti)
- Juara 3 : Kelas 4 E (Wahyuni Ambar)
LOMBA KERAJINAN TANGAN
- Juara 1 : Kelas 4 F
- Juara 2 : Kelas 4 B
- Juara 3 : Kelas 4 E
LOMBA SENI TARI
- Juara 1 : Kelas 6 C
- Juara 2 : Kelas 6 F
- Juara 3 : Kelas 6 D
Ingin memberikan masukan, Secara keseluruhan, kegiatan Gebyar Seni ini sudah berjalan dengan baik dan lancar, akan tetapi akan lebih baik apabila panitia lebih mempersiapkan lagi acara ini lebih matang, agar semua peserta khususnya mahasiswa PGSD ikut serta dalam acara ini, terlihat ada beberapa stand tupeng dan kerajinan tangan yang kosong, bahkan dalam lomba akustik ada beberapa kelas yang tidak mengikuti. Selain itu dari segi pengunjung, masih banyak didominasi oleh mahasiswa PGSD, alangkah lebih baik semua warga IKIP PGRI Madiun dapat menyaksikan Gebyar Seni ini. Dari panitia seharusnya mensosialisasikan acara ini lebih baik lagi dan agar untuk acara kedepannya bisa lebih dan lebih baik lagi..
Eko Prasetya Nugraha [ Ozhu ToRemember ]
CONGRATULATION [E] CLASS ELEMENTARY SCHOOL !
bangga sama kelas ku PGSD 4E IKIP PGRI Madiun, dimana dalam Gebyar seni PGSD yang di selenggarain sama HIMADIGSAR (Himpunan Mahasiswa Guru Sekolah Dasar) dapetin beberapa juara..
di antaranya
JUARA 1 LOMBA AKUSTIK
juara 1 lomba musik akustik yang diwakili oleh hertanto (Gitar 1), andik (gitar 2), dwi winarno (jimbe), diaz(vokal 1) dan izka (vokal 2). Musik yang mereka bawakan cukup menarik dan berbeda di bandingkan dengan peserta lain mereka menyanyikan 3 lagu 2 lagu kupandang langit dan naik-naik kepuncak gunung secara medley dan mau dibawa kemana dari Armada band. Dengan irama Rasta (reagge) di balut dengan jawa membuat penonton berdecak kagum.
kiri ke kanan : Andik, Hertanto, Dwi, Izka dan Purwasikta
JUARA 1 LUKISAN
yang dimenangkan oleh Hartutik
JUARA 3 LUKISAN
yang dimenangkan oleh Wahyuni Ambarwati
TERUS BERKARYA CLASS E, Tunjukan bahwa kelas kita Bisa :)
Eko Prasetya Nugraha [Ozhu ToRemember]
Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang bentuk karyanya dinikamati dengan indera penglihatan dan rabaan. Oleh karena itulah, seni rupa dalam bahasa Inggris disebut visual art. Artinya karya seni yang dapat dilihat, memiliki wujud yang nyata (kasat mata).
Sebagai salah satu cabang seni, karya seni rupa memiliki beberapa elemen yang membentuknya, bagaimanapun sederhananya karya tersebut. Elemen-elemen pembentuk tersebut dalam dunia seni rupa disebut dengan unsur rupa.. Unsur unsur tersebut meliputi:
1. Garis
Garis merupakan deretan titik yang menyambung dengan kerapatan tertentu, atau dpat pula berupa dua buah titik yang dihubungkan. Garis memiliki sifat memanjang dan memiliki arah tertentu. Walaupun memiliki unsur ketebalan, namun sifat yang paling menonjol adalah dimensi panjangnya. Dari bentuknya, garis dibedakan atas garis lurus, garis lengkung, dan garis patah (zig zag). Garis juga memiliki karakter tertentu tergantung pada media, teknik, dan tempat membuatnya.
Beberapa jenis dan karakter garis
2. Bidang / Bentuk
Bidang merupakan unsur rupa yang memiliki dimensi panjang dan lebar, sedangkan bentuk memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Atau dengan kata lain bidang bersifat pipih, sedangkan bentuk memiliki isi atau volume. Dari bentuknya bidang maupun bentuk terdiri dari beberapa macam, yakni; bidang geometris, bidang biomorfis (organis), bidang bersudut, dan bidang tak beraturan. Bidang dapat terbentuk karena kedua ujung garis yang bertemu, atau dapat pula terjadi karena sapuan warna.
3. Tekstur
Tekstur merupakan sifat permukaan sebuah benda. Sifat permukaan dapat berkesan halus, kasar, kusam, mengkilap, licin, berpori dan sebagainya. Kesan-kesan tersebut dapat dirasakan melalui penglihatan dan rabaan. Oleh karena itu terdapat dua jenis tekstur, yaitu tekstur nyata,yaitu sifat permukaan yang menunjukkan kesan sebenarnya antara penglihatan mata dan rabaan, dan tekstur semu (maya), yaitu kesan permukaan benda yang antara penglihatan dan rabaan dapat berbeda kesannya.
4. Warna
Secara teori warna dapat dipelajari melalui dua pendekatan, yaitu teori warna berdasarkan cahaya (dipelopori Isac Newton), dan teori warna berdasarkan pigmen warna (Goethe) Teori warna berdasarkan cahaya dapat dilihat melalui tujuh spectrum warna dalam ilmu Fisika seperti halnya warna pelangi. Untuk kepentingan pembelajaran seni rupa, artikel ini membahas teori warna berdasarkan pigmen, yakni butiran halus pada warna. Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam teori warna pigmen diantaranya; 1) .Warna Primer, yakni warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru, 2). Warna Sekunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran kedua warna primer, misalnya warna ungu, oranye (jingga) , dan hijau, 3). Warna Tersier, yakni warna yang merupakan hasil percampuran kedua warna sekunder, 4). Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain, 5). Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain.
5. Gelap Terang
Dalam karya seni rupa dua dimensi gelap terang dapat berfungsi untuk beberapa hal, antara lain: menggambarkan benda menjadi berkesan tiga dimensi, menyatakan kesan ruang atau kedalaman, dan memberi perbedaan (kontras). Gelap terang dalam karya seni rupa dapat terjadi karena intensitas (daya pancar) warna, dapat pula terjadi karena percampuran warna hitam dan putih.
6. Ruang (kedalaman)
Ruang dalam karya tiga dimensi dapat dirasakan langsung oleh pengamat seperti halnya ruangan dalam rumah, ruang kelas, dan sebaginya. Dalam karya dua dimensi ruang dapat mengacu pada luas bidang gambar. Unsur ruang atau kedalaman pada karya dua dimensi bersifat semu (maya) karena diperoleh melalui kesan penggambaran yang pipih, datar, menjorok, cembung, jauh dekat dan sebagainya. Oleh karena itu dalam karya dua dimensi kesan ruang atau kedalaman dapat ditempuh melelui beberapa cara, diantaranya: 1). Melalui penggambaran gempal, 2). Penggunaan perspektif, 3). Peralihan warna, gelap terang, dan tekstur, 4). Pergantian ukuran, 5). Penggambaran bidang bertindih, 6). Pergantian tampak bidang, 7). Pelengkungan atau pembelokan bidang, dan 8). Penambahan bayang-bayang.
Komposisi pada dasarnya sama dengan Prinsip Seni. Di dalamnya membahas tentang bagaimana mengatur, menata, atau mengorganisasikan unsur-unsur rupa agar karya seni yang dibuat menjadi enak dipandang. Komposisi ialah susunan unsur-unsur yang dapat memancarkan kesan kesatupaduan, irama, dan keseimbangan dalam suatu karya sehingga karya itu terasa utuh, jelas, dan memikat. Paduan unsur-unsur yang berdampingan akan menimbulkan kesan selaras atau pertentangan. Apabila kita perhatikan paduan unsur yang berdampingan dari satu ke yang lain, maka kesan selaras dan bertentangan itu akan silih berganti dan bervariasi sehingga menimbulkan kesan rangkaian gerak. Keselarasan paduan unsur yang berdampingan disebut harmoni, sedang kesan pertentangan paduan unsur disebut kontras. Rangkaian harmoni dan kontras dalam komposisi disebut irama atau ritme.
Komposisi sama halnya dengan suatu masakan, dapat terasa hambar, enak, atau sedap. Komposisi akan terasa hambar kalau iramanya tidak menentu. Komposisi akan terasa enak jika iramanya jelas, dan mempunyai pusat perhatian (fokus). Komposisi akan terasa sedap kalau iramanya bervariasi dan mempunyai keseimbangan yang dinamis, sehingga tidak membosankan. Komposisi yang demikian akan terasa lebih hidup.
Untuk mencapai kesatuan dalam sebuah komposisi masing-masing unsur harus ”ditakar”, sehingga perbandingan masing-masing unsur itu sedah tertentu. Dalam komposisi, perbandingan antar unsur atau antar bagian disebut proporsi.
Untuk mencapai komposisi yang baik kadang-kadang diperlukan sebuah penambahan agar susnannya memiliki kekuatan tersendiri. Penambahan tersebut dalam komposisi sering disebut dengan istilah aksen. Kehadiran aksen aka menimbulkan daya tarik yang lebih besar ke arah bagian yang diberi aksen itu. Apabila dalam komposisi hanya diletakkan satu saja aksen yang kuat, maka bagian itu akan menjadi centre of interest atau pusat perhatian.
Pola komposisi ada beberapa macam, yaitu: simetri, asimetri, dan bebas/informal.
Jika kita cermati uraian di atas, maka terdapat beberapa Prinsip Seni yang dapat kita tarik satu persatu, diantaranya adalah:
1. Kesatuan (Unity)
Kesatuan merupakan paduan unsur-unsur rupa yang antara unsur satu dengan yang lain saling menunjukkan adanya hubungan atau keterkaitan, dengan kata lain tidak terpisah-pisah atau berdiri sendiri. Agar sebuah
karya seni menjadi enak dipandang maka syarat utamanya adalah memiliki kesatuan. Dalam prinsip kesatuan inilah sebenarnya memuat pula prinsip-prinsip yang lain. Kesatuan akan terwujud jika di dalamnya terdapat keserasian, keseimbangan, irama, dan fokus perhatian.
2. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan prinsip pengaturan unsur rupa dengan memperhatikan bobot visual yang tidak berat sebelah atau timpang. Pengaturan unsur yang timpang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bagi orang yang melihatnya. Terdapat dua macam keseimbangan, yaitu simetris dan asimetris. Keseimbangan simetris adalah pengaturan unsur yang sama bentuk dan jumlahnya. Sedangkan keseimbangan asimetris adalah pengaturan unsur yang antar bagiannya tidak sama bentuk dan jumlahnya tetapi menunjukkan kesan bobot visual yang sama.
3. Keserasian (Harmony)
Keserasian merupakan perpaduan unsur rupa yang selaras atau hubungan yang tidak bertentangan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Keserasian dapat terbentuk karena pengaturan unsur yang memiliki kedekatan bentuk (kemiripan), perpaduan warna, maupun unsur peran (fungsi).
4. Irama (Rhytm)
Pengulangan unsur-unsur rupa dalam sebuah tatanan akan menimbulkan kesan gerak bagi orang yang melihatnya. Kesan gerak inilah yang disebut irama. Terdapat beberapa jenis irama, diantaranya; irama repetitif, yaitu kesan gerak yang ditimbulkan dari pengaturan unsur yang monoton (sama) baik ukuran, warna maupun jaraknya. Iramaalternatif merupakan kesan gerak yang muncul karena pengaturan unsur yang berselang seling baik bentuk, ukuran, maupun warnanya. Irama yang lain adalah irama progresif, yakni kesan gerak yang menunjukkan adanya perubahan dari unsur-unsurnya, misalnya perubahan dari besar menuju kecil, pendek menuju ke panjang, tebal ke tipis, atau bisa juga perubahan dari satu warna ke warna lain.
5. Kesebandingan (Proportion)
Kesebandingan atau lebih dikenal dengan sebutan proporsi adalah perbandingan ukuran unsur-unsurnya, baik perbandingan antar bagian maupun antara bagian terhadap keseluruhan. Pengaturan besar kecilnya bagian merupakan prinsip yang erat kaitannya dengan keseimbangan. Orang-orang pada zaman Yunani meyakini sebuah pendekatan menggunakan proporsi yang dianggap ideal dan memiliki keindahan yang agung, yang dikenal sebagai Golden Ratio atau Golden section.
6. Fokus Perhatian (Centre of interest)
Fokus perhatian sering disebut pula dengan dominasi. Dalam tatanan sebuah karya seni rupa selalu diupayakan terdapat satu bagian yang lebih menonjol dari bagian lainnya artinya terdapat satu bagian yang mencuri perhatian pengamat. Fungsinya adalah agar tema utama sebuah karya menjadi jelas terlihat. Fokus perhatian dapat dibuat dengan berbagai cara, misalnya membuat aksentuasi (pengecualian) atas bentuk yang seragam, perbedaan ukuran, perbedaan warna, dan lain sebagainya.
Sumber:
1. Sipahelut, Atisah. 1995. Seni Rupa dan Desain. Jakarta: Erlangga
2. Sunaryo, Aryo. 2000. Nirmana, Buku paparan perkuliahan mahasiswa. Semarang: UNNES
Eko Prasetya Nugraha [ Ozhu ToRemember ]
oke, siap membaca? yaa pastikan posisi duduk kamu nyaman, mengapa? tanya pada kamu sendiri, siap? pasti siap dong? oke maaf kalo banyak ngomong, ehh siapa tadi yangg bilang bawel? oke kembali ke pokok pembicaraan..
kali ini soal Tugas kesenian yang sebelumnya semua Mahasiswa kelas ku di suruh bawa Crayon sama kertas HSV A4, nah kita pun di tunjukin beberapa slide tentang gambar hasil dari goresan Crayon, Gambarnya keren, bagus, dan kita pun juga ingin buat seperti apa yang di tunjukan sama Pak Edy ( Dosen Seni Rupa) tanpa panjang lebar Beliau menjelaskan beberapa gambar dan akhirnya kita di suruh menggambar dengan Crayon dengan teknik Gradasi warna dengan objek gambar terserah kita. DAN MULAI MARI MENGGAMBAR..
beberapa detik kemudian...
beberapa menit kemudian...
beberapa jam kemudian...
dan ini hasil gambaran ku
Cara mewarnai gambar dengan Crayon jika diperhatikan sangat mudah. hal pertama yang harus diperhatikan adalah Cara memegang Crayon.
Caranya adalah
(1). kuncupkan semua jari tangan sambil memegang Crayon,
(2). Beri tekanan sedikit kuat pada ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah agar saat mewarnai Crayon tidak bergerak.,
(3). Warnai gambar dengan arah tangan kekanan lalu kekiri atau keatas lelu kebawah (sesuai dengan bentuk gambar) seperti contoh dibawah ini, Selamat mencoba teman-teman…!!
Selain Crayon adalah pewarna yang mudah digunakan, crayon juga aman digunakan untuk anak – anak, insya alloh crayon juga mudah dicari dimana-mana.
A. Adapun alat dan bahan menggambar dan mewarnai dengan crayon adalah sebai berikut :
1. Crayon
2. Pensil
3. Pensil EE
4. Penghapus
5. Sapu kecil
6. Spidol
7. Tisu
8. Plilox
1. Crayon
Crayon yang akan digunakan diusahakan mepunyai warna yang beragam supaya gambar yang diwarnai hasilnya bagus dengan paduan-paduan beberapa warna (gradasi)
2. Pensil
Pensil digunakan untu menggambar oobjek yang akan kita buat ataupun dapat digunakan untuk mengkontur warna atau menebalkan garis gambar yang telah diwarnai, biasanya mengkontur dilakukan pada tahap – tahap ahir
3. Pengahhapus
Pengahapus digunakan untuk mengapus garis atau warna yang salah, khusus untuk warna ada penghapus khusus (berbeda dengan penghapus pensil)
4. Sapu / kuas cat
Sapu atau kuas cat digunakan untuk membersihkan kertas gambar dari serpihan-serpihan crayon.
5. Spidol spidol
digunakan untuk menebalkan objek gambar yang telah dibuan dengan pensil
6. Pilox clear
Pilox digunakan untuk melapisi badian atas supaya tidak terkena debu, selain itu pilox juga akan membuat gambar menjadi lebih mengkilap.
7. Tisu atau handuk kecil
Tisu/handuk akan digunakan sebagai alas tangan yang tidak digumakan untuk mewarnai sehingga gambar akan lebih bersih atau basah karena keringat telapak tangan, tisu atau handuk kecil juga bisa digunakan untuk membersihkan serpihan krayon yang menempel pada ujung crayon yang digunakan untu mewarnai.
Sebelum kita mewarnai ,,kita hharus memnyiapkan gambar atau objek yang akan kita warnai , adapun tahap-tahap mewarnai sebagai berikut :
TAHAP-TAHAP MEWARNAI
1. Persiapan
Adapun yang perlu disiapkan yaitu sebagai berikut :
a. Gambar
b. Crayon
c. Pensil ( untuk mengkontur )
d. Sapu kecil atau kuas
e. Tisu
f. Pilox ( bila diperlukan )
Semua alat diatas harus dalam keadaan bersih, apabila masih ada yang masih kotor maka sebaiknya di bersihkan dahulu.
2. Pengerjaan pewarnaan
· Berdoalah sebelum mengerjakan
· Pewarnaan dimualai dari sesuatu yang sulit terlebih dahulu misalkan ; gambar orang, hewan, batu, atau dengan kata lain mewaranai dimulai dari gambar yang paling rumit atau yang menjadi fokus dalam gambar tersebut.
· Pewarnaan dimulai dengan warna yang paling tua, dapat dimuali dari ke tengah, tepi, samping, ari suatu objek dalam gambar.
· Setelah itucampurlah warna yang paling tua dengan warna yang lebih muda, misalkam warna merah dapat dicampur dengan warna merah muda,merah muda dengan putih.
· Warnailah seluruh gambar sehingga tidak ada ruang kosong, atau kertas yang belum diwarnai.
Catatan;
1. Gradasi dilakukan dengan cara pencampuan warna muda ke yang tua dengan cara memutar-mutar krayon.
2. Usahakan warna tidak keluar garis, seandainya keluar garis bisa dikerok dengan pemes atau dhapus dengan penghapus krayon
3. Usahakan warna tercampur sehingga warna akan membaur dan tidak terjadi garis warna.
4. Warnailah gambar dengan sungguh-sungguh sehingga tidak terjadi bercak-bercak karena pewarnaan yang tidak merata.
3. Penyelesaian
· Setelah selesai mewarnai gambar, cek kebali kalau ada gambar yang belum diwarnai
· Tebali garis gambar dengan menggunakan pensil EE
· Setelah benar-benar yakin sudah selesai, gambar dipilok dengan warnai clear (untuk anak TK harus didampingi oleh orang tua).
Eko Prasetya Nugraha [ Ozhu ToRemember ]
Campus
TUGAS SENI RUPA : TARIKAN BENANG, INKBLOT, MENGGAMBAR DENGAN TIUPAN, CETAK DATAR DAN CETAK TINGGI
Monday, June 18, 2012
Ini tugas kuliah ku di semester 4 "SENI RUPA" :
TARIKAN BENANG
Bahan:
- Pewarna, bisa menggunakan cat air
- Kertas gambar
Alat:
- Kuas untuk mencampur warna
- Tempat pewarna
- Benang kasur
Cara membuat:
- Campurlah perwarna dengan air
- Ambil benang kasur kurang lebih sepanjang 40-45 cm.
- Celupkan sebagian besar benang pada cairan pewarna, jika perwarna terlalu banyak menempel pada benang, biarkan cairan pewarna menetes dulu.
- Jika dirasakan pewarna telah cukup menempel pada benang, letakkan benang tersebut di atas kertas. Cara meletakkan benang dapat diatur atau bebas sesuai kehendak. Ujung benang bekas pegangan letakkan di luar bidang kertas.
- Lalu lipatlah kertas pada bagian tengah sisi panjangnya.
- Sambil menekan kertas dengan salah satu telapak tangan, tariklah perlahan-lahan benang sampat keluar dari kertas. Cara menarik kertas terserah kalian, biasa lurus ke bawah, lurus ke samping, atau variasi dari keduanya.
- Setelah benang terlepas semua dari atas kertas, bukalah kertas. Gambar apa yang didapatkan? Indah bukan?
- Untuk menghasilkan beberapa bentuk dalam satu bidang gambar, cara di atas tadi dapat dilakukan lagi dengan menggunakan warna yang berbeda. Maka akan menghasilkan gambar yang lebih indah.
INKBLOT
Bahan:
- Pewarna, bisa menggunakan cat air
- Kertas gambar
Alat:
- Kuas untuk mencampur warna
- Tempat pewarna
Cara membuat:
- Cairkan pewarna dengan sedikit air pada tempat untuk mencampur warna. Jika pewarna tidak terlalu kental, tidak perlu dicampur dengan air. Hati-hati jangan terlalu encer.
- Teteskan pewarna yang sudah disiapkan pada beberapa bagian di atas kertas. Dapat dipilih beberapa warna untuk hasil yang lebih baik.
- Lipat kertas pada bagian tengah sisi panjangnya.
- Gosoklah dengan hati-hati kertas yang sudah dilipat dan ditetesi warna dengan menggunakan telapak tangan hingga rata, jangan sampai ada warna yang masih mengumpul atau menggumpal.
- Bukalah lipatan kertasnya, maka akan menghasilkan gambar yang dapat di beri judul sendiri.
MENGGAMBAR DENGAN TIUPAN
Bahan:
- Pewarna, bisa menggunakan cat air
- Kertas gambar
Alat:
- Sedotan minuman dingin/limun
- Kuas untuk mencampur warna
- Tempat pewarna
Cara membuat:
- Cairkan pewarna dengan sedikit air pada tempat untuk mencampur warna.
- Teteskan cairan pewarna dengan menggunakan kuas di atas kertas gambar.
- Tiuplah tetesan pewarna tadi dengan menggunakan sedotan. Ketika ditiup, pewarna akan menyebar ke berbagai arah berupa cabang-cabang. Tiuplah terus setiap cabang tadi hingga tersebar ke berbagai arah dan tidak terdapat genangan warna pada setiap bagian yang menyebar tadi. Sebaran warna akan membentuk ranting-ranting kecil.
- Lakukan hal yang sama dengan menggunakan warna lain. Biarkan warna saling menumpuk hingga menghasilkan sebuah gambar yang diinginkan.
CETAK DATAR
Bahan dan Alat yang dibutuhkan :
1. Kertas
2. Pewarna
3. Pelepah
daun, Buah, Daun-daunan, dan Umbi-umbian
4. Pisau,
cuter, silet
5. Alas
pewarna
6. Spon
/ busa
7. Kapas
8. Koran
bekas / alas
Cara Membuat:
- Pilih penampang yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan, pelepah dau yang yang sering dijadikan acuan cetak adalah : pelepah daun pisang, pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat juga dijadikan sebagai acuan cetak
- Potonglah penambang bahan acuan cetak dengan pisau, cutter / silet. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya.
- Siapakan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergatung dari keadaan bahan acuan cetakannya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan air. Pewarna serbuk cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata.
- Mencetak acuancetak pada kertas
CETAK TINGGI
Bahan dan Alat yang dibutuhkan :
1. Pisau, cutter, silet
2. Kuas
3. Kapas
4. Spons / busa
5. Sisir
6. Sikat gigi
7. Kertas
8. Pewarna
9. Tempat pewarna
10. Koran bekas / alas
Proses pengerjaanya :
- Membuat acuan cetak dari kertas : buatlah gambar / bentuk untuk acuan cetaknya. Torehlah kontur / pinggir gambar tadi sampai tembus
- Siapkan pewarna. Buatlah campuran warna pada tempat yang disediakan. Pewarna pada proses ini sama dengan pewarna yang digunakan pada proses cetak sebelumnya. Kita dapat menggunakan cat air, ontan/sepuhan, pewarna kue cair, atau pewarna alami.
- Letakan acuan cetak di atas kertas yang masih utuh. Acuan cetak harus menempel serapat-rapatnya agar tidak terjadi kebocoran pada saat percetakan/pemulasan. Sebaiknya kertas tersebut dialasi kertas koran
- Ambil kuas, celupkan ke pewarna, selanjutnya pulaskan pada acuan yang ditorehkan tadi. Bila pewarna menggunakan kapas/spon yang dicelupkan pada pewarna, tentu saja tidak dipulaskan seperti kuas namun kapas / spon di tekan tekan pada lubang acuan
Eko Prasetya Nugraha [ Ozhu ToRemember ]





















